Rial Iran Ambruk,1 Dolar Tembus 2 Juta Rial, Warga Makin Tercekik

Mata Uang Iran,Foto Istimewa
WARTAFLASH.COM,IRAN – Mata uang Iran, rial, kembali jatuh ke level terendah sepanjang sejarah. Nilai tukar dolar Amerika Serikat menembus angka 2 juta rial di pasar bebas pada Minggu (23/8/2026), menandai tekanan berat terhadap perekonomian negara tersebut.
Kurs rial bergerak sangat cepat dalam beberapa hari terakhir. Nilainya merosot dari sekitar 1,865 juta rial per dolar menjadi lebih dari 2 juta rial dalam waktu kurang dari sepekan.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, ketika dolar berada di kisaran 958 ribu rial, nilai rial kini telah kehilangan lebih dari separuh daya tukarnya terhadap dolar.
Kejatuhan Rial Bebani Kehidupan Warga
Merosotnya nilai rial langsung meningkatkan tekanan terhadap kehidupan masyarakat Iran. Harga kebutuhan sehari-hari ikut terdorong naik ketika biaya barang impor semakin mahal.
Inflasi tinggi, kelangkaan sejumlah bahan pokok, serta ketidakpastian ekonomi membuat banyak warga semakin khawatir terhadap masa depan.
“Kami telah melewati revolusi, perang, sanksi, kenaikan harga, dan berbagai kesulitan,” kata seorang warga Teheran kepada Iran International.di Kutip dari Beritasatu
Warga tersebut juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap masa depan anak-anaknya, terutama terkait pekerjaan, pendidikan, hingga biaya pernikahan.
Tekanan Sanksi AS Tambah Beban Ekonomi
Tekanan terhadap rial juga muncul di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dari Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan kampanye yang ia sebut sebagai “operasi ekonomi paling meremukkan” untuk mengisolasi Teheran dari sistem keuangan internasional.
Pemerintah AS menggunakan sanksi ekonomi sebagai alat untuk menekan pemerintah Iran agar mengubah kebijakan politiknya. Namun, sejumlah warga Iran menilai kebijakan tersebut justru memperbesar beban masyarakat.
“Iran telah berada di bawah sanksi selama hampir 50 tahun dan pemerintah masih tetap berdiri,” ujar warga lainnya.
Menurutnya, sanksi tidak banyak mengubah posisi pemerintah, tetapi membuat masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi yang semakin berat, termasuk akses terhadap obat-obatan, layanan kesehatan, makanan, dan tempat tinggal.
Inflasi hingga Krisis Energi Tekan Rial
Pengamat pasar melihat beberapa faktor yang mendorong pelemahan rial. Inflasi tinggi, gangguan pasokan air dan listrik, serta meningkatnya permintaan valuta asing ikut memperbesar tekanan terhadap mata uang Iran.
Krisis pasokan air dan listrik juga menghambat aktivitas produksi dalam negeri. Kondisi tersebut dapat mempersempit pasokan barang sekaligus meningkatkan biaya produksi.
Pelemahan rial berpotensi membuat harga barang impor dan kebutuhan pokok kembali meningkat. Jika tekanan ekonomi terus berlanjut, masyarakat Iran harus menghadapi kenaikan biaya hidup di tengah daya beli yang semakin tertekan.







