Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Generasi Yamal Lampaui Tim Legendaris 2010

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Generasi Yamal Lampaui Tim Legendaris 2010

Piala Dunia: Spanyol 2026 Lebih Mengerikan dari Generasi Emas 2010?
© JPNN.COM

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Spanyol menutup Piala Dunia 2026 dengan cara yang paling sempurna. La Furia Roja merebut trofi juara dunia usai menundukkan Argentina 1-0 pada final yang berlangsung di MetLife Stadium pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan Spanyol mengakhiri puasa gelar selama 16 tahun. Kemenangan itu sekaligus menghidupkan kembali perdebatan tentang siapa yang lebih hebat: generasi 2026 atau skuad legendaris Spanyol 2010.

Spanyol 2026 lebih dominan

Skuad arahan Luis de la Fuente menunjukkan performa yang sangat konsisten sepanjang turnamen. Mereka menuntaskan Piala Dunia 2026 tanpa satu pun kekalahan, dengan torehan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang.

Catatan tersebut melampaui pencapaian Spanyol 2010 yang meraih enam kemenangan dan sekali kalah. Pada edisi di Afrika Selatan, Spanyol bahkan sempat tumbang 0-1 dari Swiss pada fase grup.

Lini depan dan pertahanan lebih tajam

Generasi yang dipimpin Lamine Yamal juga tampil lebih produktif. Spanyol 2026 mencetak 12 gol sepanjang turnamen, sedangkan tim juara 2010 hanya menghasilkan delapan gol.

Ketangguhan mereka tidak berhenti di lini serang. Spanyol 2026 hanya kebobolan satu gol, yakni saat menang 2-1 atas Belgia pada babak perempat final. Sebaliknya, Spanyol 2010 kebobolan dua gol selama perjalanan menuju gelar juara.

Top skor sama-sama lima gol

Meski berbeda era, kedua generasi memiliki satu kesamaan menarik. David Villa menjadi top skor Spanyol pada Piala Dunia 2010 dengan lima gol.

Pada edisi 2026, Mikel Oyarzabal mengulang pencapaian tersebut dengan koleksi lima gol.

Dengan statistik yang lebih unggul dalam jumlah kemenangan, produktivitas gol, dan ketangguhan pertahanan, Spanyol 2026 kini mendapat tempat khusus dalam sejarah sepak bola dunia. Generasi baru La Furia Roja tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga menghadirkan standar baru bagi tim nasional Spanyol.

Sumber  – Jppn

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *