Terungkap! Ini Musuh Utama Baterai Mobil Listrik yang Bikin Jarak Tempuh Terus Menyusut

Ngecas Mobil Listrik Toyota bZ4X di SPKLU Ultrafast Charging 200 kW Foto: Rangga Rahadiansyah/detikOto
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Masyarakat kini semakin melirik mobil listrik sebagai solusi ampuh untuk memangkas emisi karbon dari sektor transportasi. Selama ini, kendaraan berbahan bakar fosil memang mendominasi jalanan dan menyumbang polusi udara yang besar. Selain menawarkan efisiensi energi yang jauh lebih baik, kendaraan listrik juga menjanjikan biaya operasional yang lebih ramah di kantong ketimbang mobil bermesin konvensional.
Namun, calon maupun pemilik kendaraan listrik kerap mengkhawatirkan satu hal krusial: umur baterai. Seiring berjalannya waktu, proses kimia alami di dalam sel akan mengikis kapasitas baterai mobil listrik.
Para ahli menyebut fenomena ini sebagai degradasi baterai. Proses inilah yang mendikte jarak tempuh dan performa kendaraan Anda. Berbagai penelitian ilmiah pun menegaskan bahwa pemilik kendaraan tidak bisa menghindari degradasi baterai ini sepenuhnya.Dikutip dari Beritasatu
Meski begitu, Anda tetap bisa memperlambat laju penurunan tersebut dengan menjaga kondisi operasional baterai secara tepat. Memahami mekanisme degradasi ini juga memegang kunci penting bagi para ilmuwan untuk mengembangkan baterai yang lebih awet dan meningkatkan efisiensi sistem penyimpanan energi di masa depan.
Apa yang Dimaksud dengan Umur Baterai Mobil Listrik?
Umur baterai merujuk pada kemampuan komponen tersebut dalam menyimpan dan menyalurkan energi sebelum kapasitasnya merosot tajam. Penggunaan baterai secara terus-menerus memicu degradasi sel internal secara bertahap, yang kemudian memotong kapasitas penyimpanan tersebut.
Perlu Anda catat, penurunan kapasitas ini bukan berarti baterai langsung rusak atau mogok total. Baterai tetap berfungsi dengan baik, hanya saja komponen ini menampung energi yang lebih sedikit sehingga memangkas jarak tempuh kendaraan. Kondisi ini murni merupakan konsekuensi alami dari reaksi elektrokimia pada baterai lithium-ion.
Musuh Utama di Dalam Baterai Lithium-Ion
Produsen otomotif memilih teknologi lithium-ion karena menawarkan kepadatan energi yang tinggi, ukuran yang ringkas, serta performa stabil. Namun, teknologi ini tetap tidak luput dari penuaan.
Penyebab utama degradasi berasal dari pembentukan lapisan solid electrolyte interphase (SEI) pada anoda. Lapisan ini sebenarnya mengemban tugas untuk melindungi elektroda, tetapi lambat laun lapisan tersebut justru menebal selama Anda menggunakan baterai. Penebalan lapisan SEI ini menghambat pergerakan ion lithium, meningkatkan resistansi internal, dan perlahan mengikis kapasitas penyimpanan energi.
Bagaimana Sel Internal Mengalami Penurunan Performa?
Penurunan performa baterai mobil listrik melibatkan beberapa mekanisme yang saling mengikat. Secara umum, pemilik kendaraan akan merasakan dua dampak utama:
-
Capacity Fade: Penurunan kapasitas penyimpanan energi.
-
Power Fade: Berkurangnya kemampuan baterai dalam menghasilkan daya.
Selain pertumbuhan lapisan SEI, berkurangnya ion lithium aktif dan kerusakan material aktif (loss of active material/LAM) juga memicu degradasi ini. Kerusakan tersebut memicu retakan pada partikel elektroda, pengelupasan grafit, hingga pelarutan logam pada elektroda positif yang akhirnya melemahkan struktur internal baterai.
Fenomena lain yang menuntut perhatian adalah lithium plating, yaitu penumpukan logam lithium pada permukaan elektroda. Kondisi berbahaya ini tidak hanya mempercepat penurunan performa, tetapi juga menyulut risiko gangguan keamanan pada baterai.







