Tragedi di Pulau Rottnest, Hiu Putih 4 Meter Tewaskan Pria 38 Tahun

Tragedi di Pulau Rottnest, Hiu Putih 4 Meter Tewaskan Pria 38 Tahun

Photo Ilustrasi hiu putih besar.

WARTAFLASH.COM,AUSTRALIA – Seorang pria berusia 38 tahun dilaporkan tewas setelah diserang hiu putih besar (great white shark) di perairan Pulau Rottnest, dekat Kota Perth, Australia Barat, Sabtu (16/5/2026) waktu setempat. Insiden tragis ini terjadi di kawasan wisata populer yang dikenal dengan keindahan lautnya.

Kepolisian Australia Barat menyebutkan korban diserang sekitar pukul 10.00 waktu setempat saat sedang beraktivitas di perairan sekitar pulau tersebut.

“Korban tidak berhasil diselamatkan,” demikian pernyataan resmi Kepolisian Australia Barat yang dikutip dari AFP.

Sementara itu, Departemen Industri Primer dan Pengembangan Regional Australia Barat mengungkapkan bahwa hiu yang diduga menyerang korban memiliki panjang sekitar empat meter dan diduga merupakan hiu putih besar.

Peristiwa ini sontak memicu respons dari pemerintah setempat yang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan sekitar Pulau Rottnest, salah satu destinasi wisata bahari terkenal di Australia Barat.

Insiden tersebut menjadi kasus serangan hiu fatal pertama di wilayah itu sejak Maret tahun lalu, ketika seorang peselancar juga dilaporkan tewas akibat serangan hiu di kawasan pantai terpencil.

Berdasarkan data serangan hiu di Australia, tercatat hampir 1.300 insiden sejak 1791, dengan lebih dari 260 kasus berakhir fatal.

Sebelumnya, korban jiwa terakhir akibat serangan hiu di Australia adalah seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang diserang di Sydney Harbour pada Januari 2026. Peristiwa tersebut merupakan bagian dari rangkaian empat insiden serangan hiu dalam waktu dua hari, yang kala itu memaksa otoritas menutup puluhan pantai di Sydney.

Para ilmuwan di Australia menilai meningkatnya aktivitas manusia di laut serta perubahan suhu air laut diduga turut memengaruhi pola migrasi hiu, sehingga meningkatkan potensi interaksi berbahaya dengan manusia di sejumlah wilayah perairan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *