Laporan Warga Dipercepat, Jakarta Genjot Penanganan Sinkhole di Titik Rawan

Laporan Warga Dipercepat, Jakarta Genjot Penanganan Sinkhole di Titik Rawan

Sinkhole di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (Beritasatu.com/Roy Adriansyah)

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mendorong keterlibatan warga dalam mempercepat penanganan kasus sinkhole atau lubang amblas yang belakangan muncul di sejumlah ruas jalan ibu kota. Pemerintah menilai partisipasi publik penting agar laporan kerusakan bisa lebih cepat diterima dan segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menyebut keterbatasan jumlah personel di lapangan membuat pengawasan kondisi jalan tidak bisa hanya mengandalkan aparatur pemerintah. Karena itu, ia mendorong adanya kerja sama dengan masyarakat, termasuk relawan pemantau jalan berlubang.

“Kalau ada temuan di lapangan, segera sampaikan ke kami. Ini sangat membantu karena tenaga kita terbatas,” ujar Rano saat berada di kawasan Bundaran HI, Jumat (29/5/2026). Ia juga mengapresiasi keberadaan relawan yang aktif membantu pelaporan kondisi jalan di berbagai titik kota.Dikutip dari Beritasatu

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah ruas Jalan Raya Lenteng Agung di Kecamatan Jagakarsa. Kerusakan jalan di titik tersebut dilaporkan berkembang bertahap sejak beberapa hari sebelumnya hingga membentuk lubang amblas yang cukup mengganggu lalu lintas.

Menurut Rano, setelah menerima laporan, pemerintah langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat. Namun, perbaikan permanen tidak bisa dilakukan secara instan karena perlu proses pengecekan struktur tanah dan penggunaan alat berat untuk memastikan sumber masalah.

Sebagai langkah sementara, area yang terdampak telah ditutup menggunakan pelat baja agar kendaraan tetap bisa melintas dan arus lalu lintas tidak terganggu secara signifikan.

Rano juga mengingatkan bahwa potensi munculnya sinkhole di Jakarta masih mungkin terjadi di titik lain, terutama akibat kondisi bawah tanah dan rembesan air yang sulit diprediksi. Oleh sebab itu, Pemprov Jakarta menekankan pentingnya sistem mitigasi yang cepat serta kolaborasi aktif dengan masyarakat dalam pelaporan dini kerusakan infrastruktur.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *