Video yang diunggah akun Instagram @sumutpunyacerita memperlihatkan seorang pasien laki-laki terbaring di ruang perawatan. Perekam video menuding petugas medis terlambat memberikan penanganan sehingga pasien meninggal dunia.
Dalam rekaman itu, perekam juga melontarkan protes keras kepada pihak rumah sakit. Ia menilai tenaga medis tidak segera menangani pasien yang kondisinya terus memburuk.
Ramainya perbincangan di media sosial membuat Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, angkat bicara. Namun, Bobby memilih menunggu hasil pemeriksaan sebelum menyampaikan kesimpulan.
“Saya akan cek dulu. Saya belum menerima laporan dari Dinas Kesehatan Sumut mengenai kronologi maupun kendala yang terjadi. Saya tidak ingin berkomentar sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya,” ujar Bobby, Senin (13/7/2026).
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara kemudian mengirim Tim Satuan Tugas Pengendali ke RSUD Rantauprapat untuk melakukan verifikasi dan mengumpulkan informasi di lapangan.
Kepala Bidang yang menangani kasus tersebut, Faisal, menjelaskan bahwa laporan awal menunjukkan rumah sakit telah menjalankan prosedur pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Faisal, pasien tersebut merupakan penderita gagal ginjal yang rutin menjalani cuci darah. Pada jadwal terapi terakhir, pasien datang ke rumah sakit untuk menjalani hemodialisis, tetapi muncul kendala yang kini masih dalam proses penelusuran.
Dinas Kesehatan Sumut menegaskan proses investigasi masih berlangsung. Tim akan memeriksa kronologi secara menyeluruh, termasuk pelayanan medis yang di berikan sebelum pasien meninggal dunia.
Hingga kini, pihak berwenang belum menyampaikan hasil akhir pemeriksaan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meminta masyarakat menunggu hasil investigasi resmi agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.