Lolos Babak 32 Besar, Samurai Biru Tantang Raksasa Brasil Lewat Taktik Kolektif

Timnas Jepang. – (AP Photo/Julio Cortez)
WARTAFLASH.COM,DALLAS – Jepang menjaga marwah sepak bola Asia di panggung Piala Dunia 2026. Hasil imbang 1-1 kontra Swedia di Dallas Stadium, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) pagi WIB, sudah cukup meloloskan Samurai Biru ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup F di bawah Belanda. Kini, anak asuh Hajime Moriyasu bersiap menantang raksasa dunia, Brasil, pada fase gugur.
Ujian kontra Brasil jelas membutuhkan kerja ekstra keras. Namun, Jepang mengantongi modal berharga: kematangan taktik dan kolektivitas tim yang luar biasa. Sepanjang fase grup, Samurai Biru melaju tanpa satu pun kekalahan.
Laga penentu kontra Swedia sejatinya berjalan ketat sejak menit awal. Penyerang Swedia, Alexander Bernhardsson, sempat mengancam gawang Jepang lebih dulu, namun kiper Zion Suzuki sigap mementahkan peluang tersebut. Jepang kemudian mengambil alih kendali permainan lewat motor serangan Ritsu Doan, Keito Nakamura, dan Yukinari Sugawara.
Kiper Swedia, Jacob Widell Zetterstrom, harus bekerja keras mengamankan gawangnya. Ia berturut-turut menghalau sepakan jarak jauh Sugawara dan mementahkan tembakan Nakamura dari skema serangan balik cepat sebelum turun minum.
Jepang akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-56. Ritsu Doan melepaskan umpan terobosan akurat, dan Daizen Maeda menyambutnya dengan sontekan yang mengoyak jala Swedia. Gol ini menunjukkan identitas asli Jepang: transisi kilat dan pergerakan tanpa bola yang mematikan.
Sayang, kelengahan lini belakang membuat keunggulan Jepang hanya bertahan enam menit. Anthony Elanga melepaskan tembakan keras kaki kiri dari luar kotak penalti yang melewati jangkauan Zion Suzuki. Skor 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Meskipun skor imbang, data statistik menunjukkan keunggulan mutlak taktik Moriyasu. Jepang mencatat angka expected goals (xG) sebesar 1,31 dari 8 percobaan. Sebaliknya, Swedia hanya meraih xG 0,42 dari 10 tembakan. Angka ini membuktikan bahwa skema serangan Jepang jauh lebih efektif dan berbahaya.
Kekuatan utama Jepang dalam turnamen kali ini terletak pada meratanya kualitas skuad. Hingga akhir fase grup, 10 pemain berbeda mengukir kontribusi langsung dalam proses gol Jepang.
Catatan impresif ini menyamai rekor tim panser Jerman sebagai kolektif terbaik di Piala Dunia 2026. Angka ini juga melampaui pencapaian skuad Jepang pada Piala Dunia 2022 yang hanya melibatkan 8 pemain.
Strategi ini membuat lawan kesulitan menebak arah serangan Samurai Biru. Saat lini depan buntu, barisan gelandang maupun bek sayap kerap muncul sebagai pemecah situasi.
Selain lini serang yang kreatif, ketangguhan Zion Suzuki di bawah mistar gawang juga menjadi kunci kelolosan. Pada menit-menit akhir laga, Suzuki melakukan dua penyelamatan heroik dengan menepis peluang emas Elanga serta mementahkan sundulan terarah Alexander Isak.
Aksi gemilang sang kiper menyelamatkan muka Jepang sekaligus mengunci tiket babak 32 besar untuk menantang kreativitas para seniman sepak bola Brasil.
Sumber:Beritasatu







