NASA Luncurkan Misi Robotik untuk Selamatkan Satelit Swift dari Ancaman Jatuh ke Bumi

Stargazer, Pegasus XL, dan LINK bersiap untuk lepas landas pada Rabu, 17 Juni 2026, di Fasilitas Penerbangan Wallops milik NASA di Virginia (Foto: NASA).
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – NASA bersiap menjalankan misi untuk memperpanjang usia operasional Observatorium Neil Gehrels Swift. Tim misi akan menaikkan orbit satelit tersebut agar tetap beroperasi. Mereka menargetkan peluncuran paling cepat pada Selasa, 30 Juni 2026, dari Atol Kwajalein, Republik Kepulauan Marshall, di Samudra Pasifik Selatan.
Dalam misi ini, Katalyst Space mengoperasikan satelit servis robotik LINK. Northrop Grumman Pegasus XL akan mengantarkan LINK ke orbit. Setelah tiba di orbit, LINK akan mendekati Swift. Robot itu kemudian menangkap satelit dengan lengan robotik. Selanjutnya, LINK akan mengangkat orbit Swift secara bertahap selama beberapa bulan.
Melalui misi ini, NASA ingin menjaga Swift tetap beroperasi. Badan antariksa itu juga ingin mencegah satelit memasuki atmosfer Bumi pada akhir 2026.
“Swift adalah alat serbaguna NASA dalam mempelajari alam semesta,” kata Peneliti Utama Swift, S. Bradley Cenko, dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland, seperti dikutip dari laman NASA, Minggu, 28 Juni 2026.Dikutip dari RRI
Cenko menjelaskan Swift mengamati berbagai fenomena kosmik melalui rentang spektrum cahaya yang luas. Satelit itu juga mengirimkan peringatan kepada teleskop dan observatorium lain. Peringatan tersebut membantu para ilmuwan melanjutkan pengamatan terhadap berbagai peristiwa astronomi.
Swift terus menghadapi hambatan atmosfer sejak peluncuran pada November 2004. Gesekan atmosfer secara perlahan menurunkan ketinggian orbit satelit. Swift tidak memiliki sistem propulsi untuk mempertahankan posisinya.
Aktivitas Matahari yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir mempercepat penurunan orbit Swift. Karena itu, NASA memilih memperpanjang masa operasional satelit. Langkah tersebut juga memberi kesempatan untuk menguji kemampuan industri layanan satelit komersial Amerika Serikat.
LINK memegang peran utama dalam misi tersebut. Pesawat antariksa itu memiliki bobot sekitar 399 kilogram dan tinggi sekitar 1,5 meter. Panel surya sepanjang hampir enam meter memasok energi bagi sistem pesawat. Daya tersebut menggerakkan tiga pendorong ion dan tiga lengan robotik. Seluruh sistem itu akan menangkap serta menaikkan orbit Swift secara presisi.
Melalui misi ini, NASA ingin memperpanjang usia salah satu observatorium antariksa andalannya. NASA juga mendorong pengembangan teknologi servis satelit robotik untuk mendukung berbagai misi ruang angkasa pada masa depan.







