Otoritas Irak Sita Celana Dalam Emas dan Uang Rp900 Miliar dalam Operasi Antikorupsi

Otoritas Irak Sita Celana Dalam Emas dan Uang Rp900 Miliar dalam Operasi Antikorupsi

Barang bukti berupa underwear terbuat dari emas dan sejumlah uang berhasil di sita /screenshot dari Instagram @/

WARTAFLASH.COM,BAGDAD – Otoritas Irak mengungkap temuan mencengangkan dalam operasi pemberantasan korupsi yang berlangsung selama tiga bulan terakhir. Tim antikorupsi menyita pakaian dalam berbahan emas bertabur permata, puluhan kilogram emas batangan, serta uang tunai bernilai puluhan juta dolar Amerika Serikat dari rumah seorang politikus perempuan.

Media Turki Haberler melaporkan, Sabtu (11/7/2026), operasi tersebut telah menyeret sedikitnya 47 pejabat tinggi Irak. Mereka berasal dari kalangan anggota parlemen hingga birokrat senior yang di duga terlibat dalam praktik suap dan penyalahgunaan dana publik.

Pakaian Dalam Emas dan Balok Emas Di sita

Tim antikorupsi menggeledah rumah legislator Hind Al Abbasi pada akhir Juni lalu. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan celana dalam dan bra berbahan emas yang di hiasi batu permata.

Selain barang mewah tersebut, aparat juga mengamankan 27 kilogram emas batangan serta uang tunai senilai US$57 juta dari kediaman politikus itu.

Nama Hind Al Abbasi masih tercantum sebagai anggota parlemen di situs resmi Parlemen Irak. Namun, hingga kini otoritas Irak belum memberikan penjelasan rinci mengenai status hukumnya maupun perkembangan penyidikan terhadap kasus tersebut.

Uang Ratusan Miliar Di sembunyikan dalam Galon Air

Operasi antikorupsi juga mengungkap dugaan penyimpanan aset ilegal milik mantan Wakil Menteri Perminyakan Irak, Ali Al Jumaili.

Saat menggeledah rumahnya di Tikrit, petugas menemukan uang tunai yang di sembunyikan di dalam galon air. Media Irak Channel 8 menyebut nilai uang tersebut mencapai sekitar Rp361 miliar, terdiri dari 25 miliar dinar Irak dan US$1 juta.

Dewan Kehakiman Tinggi Irak juga mengungkap temuan lain berupa uang tunai US$10 juta, tiga miliar dinar Irak, perhiasan emas, puluhan senjata laras panjang, serta sekitar 40 aset properti yang kini masuk proses penyitaan.

Puluhan Pejabat Terjerat

Operasi antikorupsi yang berlangsung di Baghdad dan sejumlah wilayah lain telah menyeret tujuh anggota parlemen aktif bersama puluhan pejabat tinggi ke proses hukum. Pemerintah Irak menyebut operasi tersebut sebagai salah satu langkah pemberantasan korupsi terbesar dalam sejarah modern negara itu.

Perdana Menteri Irak Ali Al Zeidi menegaskan pemerintah tidak akan memberi toleransi terhadap pelaku korupsi. Ia memastikan aparat akan terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pihak lain yang di duga terlibat dalam jaringan korupsi tersebut.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *