Saham Bank Mandiri Terjun Bebas disusul 3 Big Banks Lainnya BBRI, BBCA, & BBNI

ILUSTRASI. Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Wartaflash.com, Jakarta – Buntut pemblokiran rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (APBI), Supriyono alias Botok, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) anjlok. Pada sesi perdangan II perdagangan Senin (24/8/2026), saham bank himbara itu terjun bebas. Hal ini berbanding terbalik pada sesi perdagangan sebelumnya, Jumat (21/8/2026), ketika investor menutup perdagangan saham Bank Mandiri di level Rp4.220 per saham.

Saham Bank Mandiri (BMRI) terpantau turun turun 40 poin atau 0,95% menjadi Rp 4.190 per saham, Senin (24/8/2026)

Penurunan harga saham bank terjadi di bank besar lain. Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 1,86% di Rp 3.170 per saham. Saham Bank Negara Indonesia (BBNI) turun 1,07% di Rp 3.690 dan saham Bank Central Asia (BBCA) turun 1,55% di Rp 6.350 per saham.

 

Penurunan tersebut membuat indeks sektor keuangan ikut menurun di awal perdagangan yang turun. Meski begitu IHSG di awal pekan dibuka menguat 0,15% di level 6.535,192.

 

Secara fundamental, Analis Maybank Sekuritas Jeffrosenberg Chenlim dalam riset 9 Agustus 2026 menyebut, kinerja perbankan masih menunjukkan pertumbuhan. Tapi dia mengakui jika terjadi tekanan pendanaan. “Kinerja BBCA, BMRI dan BBNI sudah sesuai dengan ekspektasi kami,” kata dia dalam riset.

 

Menurut Jeffronsenberg, pada semester I-2026 laba BMRI tumbuh 24%, BBNI naik 7% dan BBCA naik 2%. BMRI mencatat pertumbuhan laba terkuat di antara bank konvensional. Peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee income), penurunan beban operasional, serta penurunan biaya pencadangan sebesar 12,5% mendorong peningkatan kinerja tersebut.

 

Pertumbuhan kredit perbankan masih kuat dan terutama didorong oleh segmen kredit wholesale. Kredit BBNI tumbuh 24% secara year on year (yoy) dan BMRI meningkat 19%. Penyaluran kredit dalam jumlah besar kepada Agrinas turut mendorong pertumbuhan tersebut. Sementara itu, kredit BBCA tumbuh 8%.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *