Sulawesi Barat Siapkan 98 Puskesmas dan 16 RS untuk Mendukung Operasi Ketupat Marano 2026

Sulawesi Barat Siapkan 98 Puskesmas dan 16 RS untuk Mendukung Operasi Ketupat Marano 2026

Dinas Kesehatan Sulawesi Barat (Dinkes Sulbar) menyiagakan 98 puskesmas dan 16 rumah sakit guna mendukung Operasi Ketupat Marano 2026, memastikan pelayanan kesehatan optimal selama arus mudik,Photo Merdeka.com.

WARTAFLASH.COM,SULBAR – Menyambut Operasi Ketupat Marano 2026, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan 98 puskesmas dan 16 rumah sakit di seluruh wilayah untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran. Kesiapan ini bertujuan mengantisipasi kondisi darurat kesehatan yang mungkin terjadi selama periode libur panjang.

Kepala Dinkes P2KB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa seluruh fasilitas disiagakan untuk memastikan pelayanan tetap optimal bagi masyarakat.

“Langkah ini diambil agar warga dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, sehat, dan nyaman,” ujar dr. Nursyamsi Rahim pada Sabtu (7/3).

Gubernur Suhardi Duka menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung mulai dari pengamanan jalur mudik hingga layanan kesehatan bagi para pemudik. Fokus utama adalah keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama periode libur panjang.

Seluruh puskesmas dan rumah sakit telah dilengkapi dengan personel medis, obat-obatan, dan peralatan darurat yang siap digunakan. Pelayanan kesehatan akan tersedia di titik-titik strategis, termasuk sepanjang jalur mudik dan posko terpadu, untuk memastikan respons cepat terhadap insiden yang mungkin terjadi.

Gubernur Suhardi Duka menekankan pentingnya sinergi antara Dinkes P2KB dan instansi terkait, sehingga aspek kesehatan menjadi prioritas utama dalam Operasi Ketupat Marano 2026.

Beliau juga mengingatkan pemudik untuk menggunakan kendaraan laik jalan dan mengutamakan keselamatan. “Kendaraan yang tidak memenuhi standar keamanan dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Pengendara sepeda motor diminta berhati-hati dan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi,” tegas Gubernur.

Pihak kepolisian juga akan menindak tegas kendaraan yang tidak laik jalan demi keselamatan bersama. Langkah-langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan mudik Lebaran lebih aman bagi seluruh masyarakat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *