Warga dari berbagai kalangan tampak menikmati perhelatan budaya tersebut. Lilis, salah satu pengunjung, mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk menyaksikan kirab. Baginya, acara seperti ini menjadi hiburan sekaligus sarana mengenalkan budaya kepada anak-anak.
Dukungan juga datang dari komunitas lokal. Asep, perwakilan paguyuban setempat, menilai kegiatan seperti ini penting untuk menjaga warisan budaya Sunda agar tetap hidup di tengah generasi muda. Ia berharap kirab budaya dapat digelar secara rutin setiap tahun.
Tak hanya menjadi tontonan, acara ini juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat. Para pedagang merasakan lonjakan penjualan yang signifikan. Santi, penjual es teh di sekitar alun-alun, mengaku dagangannya laris manis hingga beberapa kali lipat dibandingkan hari biasa.
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kegiatan budaya memiliki dampak luas, tidak hanya dalam pelestarian tradisi tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia menyebut, acara seperti ini berpotensi melahirkan pelaku usaha baru, khususnya dari sektor UMKM.
Senada dengan itu, Bupati Dony Ahmad Munir mengungkapkan bahwa tingkat hunian hotel dan kunjungan ke restoran meningkat drastis selama acara berlangsung. Ia menilai kirab budaya menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Sumedang sebagai destinasi wisata budaya.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat dan dampak ekonomi yang dirasakan, Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran tidak hanya menjadi ajang pelestarian sejarah, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah.