Alarm Kesehatan Eropa, HIV dan TB Diperkirakan Renggut Ribuan Nyawa dalam 3 Tahun

Alarm Kesehatan Eropa, HIV dan TB Diperkirakan Renggut Ribuan Nyawa dalam 3 Tahun

Kasus HIV Meledak, Eropa Tengah Hadapi Ancaman Epidemi Penyakit Menular

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Eropa Tengah berpotensi menghadapi tekanan besar di sektor kesehatan masyarakat menyusul proyeksi peningkatan signifikan kasus penyakit menular dalam beberapa tahun mendatang. Otoritas kesehatan Uni Eropa memperkirakan sekitar 80.000 kasus baru HIV dan lebih dari 9.000 kematian akibat tuberkulosis (TB) akan terjadi di kawasan tersebut hingga tiga tahun ke depan.

Peringatan tersebut disampaikan Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), Pamela Rendi-Wagner, sebagaimana dilaporkan media EUobserver pada Jumat (5/6/2026). Menurutnya, tren penyebaran penyakit menular di kawasan Eropa menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah serta lembaga kesehatan.

Selain HIV dan TB, kasus infeksi menular seksual (IMS) juga terus meningkat. ECDC sebelumnya melaporkan bahwa sepanjang 2024, Eropa mencatat angka infeksi menular seksual tertinggi dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir. Lonjakan tersebut terutama terlihat pada kasus sifilis dan gonore yang mengalami peningkatan tajam.

Data ECDC menunjukkan bahwa penyakit menular masih menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat di Uni Eropa serta negara-negara mitranya seperti Islandia, Liechtenstein, dan Norwegia. Secara keseluruhan, penyakit-penyakit tersebut menyebabkan sekitar 59.000 kematian setiap tahun di kawasan tersebut.

Di sisi lain, jumlah orang yang hidup dengan HIV di wilayah tersebut diperkirakan telah mencapai 800.000 jiwa. Kondisi ini menambah tantangan bagi sistem kesehatan yang saat ini juga menghadapi persoalan resistansi antimikroba.

Rendi-Wagner menegaskan bahwa resistansi antimikroba menjadi salah satu faktor yang memperburuk situasi. Fenomena ini terjadi ketika mikroorganisme penyebab penyakit mengalami perubahan sehingga tidak lagi efektif ditangani dengan obat-obatan yang tersedia. Akibatnya, pengobatan infeksi menjadi lebih sulit, membutuhkan waktu lebih lama, dan berisiko meningkatkan angka kematian.

Para ahli kesehatan menilai bahwa tanpa langkah pencegahan yang lebih agresif, peningkatan kasus HIV, TB, dan penyakit menular lainnya dapat membebani sistem kesehatan Eropa dalam beberapa tahun mendatang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *