Awan Panas Guguran Kembali Muncul, BPBD Minta Warga Sekitar Semeru Tetap Siaga

Awan Panas Guguran Kembali Muncul, BPBD Minta Warga Sekitar Semeru Tetap Siaga

Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran sejauh 2,5 km, Kamis 28 Mei 2026. (Dok. PVMBG)

 

WARTAFLASH.COM,LUMAJANG –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Semeru menyusul terjadinya awan panas guguran (APG) pada Sabtu (13/6/2026) malam.

Meski fenomena tersebut belum menimbulkan dampak terhadap permukiman maupun aktivitas warga, BPBD menilai potensi bahaya masih perlu diantisipasi mengingat status Gunung Semeru hingga kini masih berada pada Level III atau Siaga.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan kemunculan awan panas guguran menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik Semeru masih berlangsung dan dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dan tidak mengabaikan rekomendasi yang telah ditetapkan.

Menurutnya, kesiapsiagaan warga menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung berapi. Kesadaran untuk mematuhi arahan dari otoritas terkait dinilai dapat membantu meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh erupsi maupun awan panas guguran.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) per 14 Juni 2026, Gunung Semeru masih menunjukkan aktivitas kegempaan vulkanik. Namun demikian, tingkat aktivitas gunung belum mengalami perubahan dan tetap berada pada Level III (Siaga).

Dengan kondisi tersebut, kawasan rawan bencana yang telah ditetapkan sebelumnya masih berlaku dan harus dipatuhi oleh masyarakat. Potensi erupsi maupun luncuran awan panas masih menjadi ancaman yang perlu diwaspadai, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar lereng gunung.

Untuk memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga, BPBD Lumajang terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, pemerintah desa, relawan, serta berbagai instansi terkait dalam memantau perkembangan aktivitas vulkanik.

Selain itu, penyampaian informasi kepada masyarakat terus diperkuat melalui berbagai kanal komunikasi resmi guna memastikan warga memperoleh informasi yang akurat dan terhindar dari kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

BPBD juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya, termasuk di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan. Warga juga diminta menghindari area dalam radius lima kilometer dari kawah puncak karena masih berpotensi terdampak material vulkanik maupun awan panas guguran.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *