Bubur Sumsum, Kuliner Tradisional yang Tetap Digemari di Tengah Tren Modern

Bubur Sumsum,Poto Freepik
WARTAFLASH.COM,KULINER – Di tengah maraknya kuliner modern yang terus bermunculan, satu hidangan tradisional masih setia mempertahankan tempatnya di hati masyarakat, bubur sumsum. Sajian sederhana berwarna putih lembut dengan siraman gula merah ini tetap menjadi pilihan banyak orang, meski zaman terus berubah.
Aroma khas santan yang berpadu dengan manisnya gula merah kerap menjadi daya tarik tersendiri. Teksturnya yang lembut membuat bubur sumsum mudah dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Tidak hanya sekadar makanan, bubur sumsum juga menyimpan nilai tradisi yang telah diwariskan turun-temurun di berbagai daerah di Indonesia. Di beberapa wilayah, makanan ini bahkan memiliki makna tersendiri dalam acara adat maupun momen kebersamaan keluarga.
Di pasar-pasar tradisional maupun lapak kaki lima, bubur sumsum masih cukup mudah ditemukan, terutama pada pagi hari. Banyak masyarakat memilihnya sebagai menu sarapan karena dianggap ringan di perut namun tetap mengenyangkan.
Siti Aminah, salah satu pedagang bubur sumsum yang telah menekuni usaha ini lebih dari 15 tahun, mengaku hingga kini dagangannya masih stabil diminati pembeli.
“Setiap pagi saya bisa menjual puluhan porsi bubur sumsum. Pembelinya dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan utama bubur sumsum justru terletak pada kesederhanaannya. Dengan bahan utama seperti tepung beras, santan, daun pandan, dan gula merah, hidangan ini mampu menghadirkan cita rasa yang khas tanpa banyak tambahan.
Di tengah derasnya arus makanan modern, bubur sumsum seakan menjadi pengingat bahwa kesederhanaan rasa tetap memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat.







