Gubernur Maluku Utara Kaget Nelayan Tanggung Cicilan Rp2,6 Juta per Bulan, Ini Alasannya

Gubernur Maluku Utara Kaget Nelayan Tanggung Cicilan Rp2,6 Juta per Bulan, Ini Alasannya

Kredit Foto: Istimewa

WARTAFLASH.COM,MALUKU UTARA – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mendapat pengalaman menarik saat berdialog langsung dengan seorang nelayan penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI dalam kunjungan kerjanya di wilayah pesisir.

Kunjungan tersebut awalnya bertujuan untuk memantau pemanfaatan pembiayaan usaha serta memastikan kemampuan pelaku usaha kecil dalam mengelola dan mengembalikan pinjaman. Namun, suasana berubah ketika seorang nelayan menyampaikan besaran cicilan bulanan yang mencapai Rp2,6 juta.

“Cicilan?! Berapa panjang kemarin ambil?” tanya Sherly dengan nada terkejut.Dikutip dari Warta Ekonomi.co.id

Nelayan tersebut menjelaskan bahwa ia memilih tenor pinjaman hanya satu tahun, sehingga angsuran per bulan menjadi lebih besar dibandingkan jangka waktu yang lebih panjang.

“Iya, dua juta enam ratus. Ambil jangka satu tahun,” ujarnya.

Sherly kemudian memastikan kembali keputusan tersebut, mengingat nilai angsuran yang cukup tinggi bagi pelaku usaha kecil. Namun, nelayan itu tetap yakin mampu memenuhi kewajibannya karena pendapatan dari hasil melaut dinilai stabil.

Dari penjelasannya, pinjaman KUR sebesar Rp30 juta digunakan untuk membeli kapal seharga Rp25 juta serta mesin 15 PK yang digunakan untuk menunjang aktivitas penangkapan ikan di laut.

Nelayan tersebut mengandalkan tangkapan ikan tuna berukuran besar yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Dalam satu kali perjalanan melaut, ia mengaku bisa memperoleh omzet sekitar Rp5 juta dengan frekuensi tiga kali melaut dalam sebulan.

Total pendapatan kotor yang diperoleh mencapai sekitar Rp15 juta per bulan. Sementara biaya operasional, seperti bahan bakar dan es balok, relatif kecil dan hanya berkisar Rp500 ribu per trip atau sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan.

Setelah dikurangi biaya operasional dan cicilan bank, nelayan tersebut masih mencatatkan keuntungan bersih yang cukup signifikan untuk skala usaha perikanan kecil.

Percakapan itu sekaligus membuka gambaran bahwa sektor perikanan tuna di Maluku Utara memiliki potensi ekonomi besar yang selama ini belum banyak terekspos secara luas.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *