Kisah Haru Erling Haaland dan Putra Legenda Bawa Norwegia Ukir Sejarah di Piala Dunia

Gambar Wallpaper Erling Haaland
WARTAFLASH.COM,NEW JERSEY — Ada utang sejarah yang tertinggal di Amerika Serikat sejak Piala Dunia 1994. Saat itu, generasi emas Norwegia tersingkir secara dramatis di Giants Stadium. Tim tersebut gagal lolos karena kalah produktivitas gol dalam grup yang sangat ketat.
Tiga puluh dua tahun kemudian, Norwegia kembali ke lokasi yang sama. Giants Stadium telah berganti menjadi MetLife Stadium. Di stadion itulah generasi baru Norwegia menuntaskan penantian panjang.
Norwegia melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Brasil 2-1. Kemenangan itu bukan hanya hasil racikan pelatih Ståle Solbakken. Tiga putra legenda ikut menorehkan sejarah baru. Mereka adalah Erling Haaland, Alexander Sørloth, dan Kristian Thorstvedt.
Bayang-Bayang Tragedi Giants Stadium
Untuk memahami arti kemenangan tersebut, kita perlu kembali ke 28 Juni 1994. Saat itu, Norwegia menghadapi Republik Irlandia di Giants Stadium.
Erik Thorstvedt mengawal gawang Norwegia. Gøran Sørloth memimpin lini depan. Sementara itu, Alf-Inge Haaland menunggu kesempatan dari bangku cadangan.
Norwegia wajib meraih kemenangan untuk menjaga peluang lolos. Namun, pertandingan berakhir tanpa gol.
Peluit panjang memupus harapan Norwegia. Empat tim di Grup E sama-sama mengoleksi empat poin. Meski begitu, Norwegia menempati posisi terakhir karena kalah agresivitas gol. Para pemain pun mengakhiri turnamen dengan rasa kecewa.
Putra Legenda Lanjutkan Warisan
Lebih dari tiga dekade berselang, Norwegia kembali tampil di Amerika Serikat. Kali ini, generasi baru membawa nama keluarga yang pernah menghiasi Piala Dunia 1994.
Erling Haaland merupakan putra Alf-Inge Haaland. Sang ayah pernah berperan sebagai gelandang sekaligus bek. Kini Erling berkembang menjadi salah satu penyerang paling tajam di dunia bersama Manchester City. Dia juga menjadi tumpuan utama Norwegia.
Alexander Sørloth mengikuti jejak ayahnya, Gøran Sørloth. Striker Atletico Madrid itu mewarisi postur tinggi dan naluri mencetak gol. Kehadirannya menambah kekuatan lini serang Norwegia.
Kristian Thorstvedt juga melanjutkan jejak keluarga. Ayahnya, Erik Thorstvedt, pernah menjadi kiper utama Norwegia. Kristian memilih beroperasi di lini tengah. Meski berbeda posisi, dia tetap membawa semangat juang yang sama saat membela tim nasional.
Sumber:Beritasatu







