Pemkot Sungai Penuh Ubah Wajah Pasar Tanjung Bajure, Parkir Jadi Perhatian

Wali Kota Alfin Fokus Benahi Pasar Tanjung Bajure
WARTAFLASH.COM,SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat penataan kawasan Pasar Tanjung Bajure. Pemerintah tidak hanya menertibkan aktivitas pedagang, tetapi juga membenahi pengelolaan parkir agar kawasan perdagangan tersebut semakin tertib, nyaman, dan transparan.
Langkah tersebut menjadi fokus rapat evaluasi Tim Terpadu Penertiban dan Penataan Pedagang yang dipimpin langsung Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa 11 Agustus 2026.
Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah bersama Tim Terpadu turut menghadiri rapat tersebut. Mereka mengevaluasi kondisi perdagangan dan pengelolaan parkir yang selama ini berlangsung di kawasan Pasar Tanjung Bajure.
Alfin Minta Penataan Dilakukan Humanis
Wali Kota Alfin meminta seluruh pihak menjalankan penataan secara humanis. Pemerintah harus membangun komunikasi dengan pedagang dan masyarakat sebelum mengambil langkah di lapangan.
Menurutnya, penataan tidak semata-mata mengejar ketertiban. Pemerintah juga harus memastikan kebijakan tetap memberikan rasa nyaman dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
“Penataan harus dilakukan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat dan mencari solusi terbaik,” ujar Alfin.
Selain penataan pedagang, Alfin juga menyoroti pengelolaan parkir. Ia meminta dinas terkait memasang spanduk informasi di sejumlah titik kawasan Pasar Tanjung Bajure.
Spanduk tersebut harus memuat ketentuan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 54 Tahun 2026 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Parkir di Tepi Jalan Umum.
Informasi mengenai tarif parkir juga harus tercantum secara jelas. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui aturan sekaligus tarif yang berlaku sebelum menggunakan fasilitas parkir.
Hindari Kebingungan Soal Tarif Parkir
Alfin menilai keterbukaan informasi menjadi kunci dalam menciptakan pengelolaan parkir yang tertib. Masyarakat berhak mengetahui dasar hukum, tata cara serta tarif parkir yang berlaku.
Kejelasan informasi juga dapat mencegah kesalahpahaman antara masyarakat dengan petugas parkir. Pemerintah berharap persoalan di lapangan dapat diminimalkan melalui informasi yang terbuka dan mudah diakses.
“Pemkot Sungai Penuh berkomitmen terus melakukan pembenahan dan mencari solusi terbaik dalam penataan Pasar Tanjung Bajure dan parkir, dengan mengutamakan kepentingan masyarakat,” kata Alfin.
Ia meminta proses penataan berjalan secara bertahap dan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Pemerintah juga mendorong seluruh pihak terlibat dalam menciptakan kawasan pasar yang lebih tertib.
Melalui pembenahan tersebut, Pasar Tanjung Bajure diharapkan tidak hanya lebih rapi dan nyaman, tetapi juga mampu mendukung kelancaran aktivitas perdagangan.
Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap penataan pedagang dan parkir dapat menciptakan kawasan pasar yang transparan, tertib, serta tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi.







