Prabowo Tambah Alutsista, TNI AU Kebut Rekrut dan Latih Pilot untuk Armada Baru

Pesawat Jet M-346F
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat kekuatan pertahanan nasional melalui penambahan alat utama sistem senjata (alutsista). Seiring bertambahnya armada tempur, TNI Angkatan Udara (TNI AU) juga mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia agar siap mengoperasikan pesawat-pesawat modern.
Sepanjang 2026, Presiden Prabowo Subianto menambah sejumlah alutsista strategis untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia. Armada tersebut meliputi enam jet tempur Dassault Rafale, empat pesawat Dassault Falcon 8X, satu pesawat angkut Airbus A400M Atlas, serta dua unit T-50i Golden Eagle yang tiba dari Korea Selatan melalui jalur kargo udara.
TNI AU Siapkan Pilot untuk Armada Baru
Kementerian Pertahanan juga mengonfirmasi pembelian 12 jet tempur latih M-346F Block 20 buatan perusahaan Italia, Leonardo. Pesawat itu akan mendukung pelatihan penerbang tempur TNI AU.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan pengadaan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pelatihan sekaligus memperkuat kesiapan operasional TNI AU.
“Salah satu pertimbangannya adalah memenuhi kebutuhan pelatihan pilot TNI Angkatan Udara sekaligus mendukung kesiapan operasional,” ujar Rico.Dikutip dari Antara
Kontrak pembelian telah berlaku efektif. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pengiriman pesawat akan dimulai pada 2030.
KSAU Benahi Kurikulum dan Perkuat Pendidikan
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono langsung menyiapkan langkah strategis sejak awal 2026. Ia memberikan arahan kepada instruktur penerbang dan navigator di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.
KSAU meminta penyempurnaan kurikulum Sekolah Penerbang agar lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan peperangan modern. Ia juga mendorong para instruktur meningkatkan kualitas pembinaan bagi calon penerbang TNI AU.
Beberapa hari kemudian, TNI AU memperluas kerja sama dengan sekolah-sekolah penerbang di Indonesia. Langkah tersebut bertujuan menjaring lebih banyak calon pilot yang siap mendukung kebutuhan pertahanan negara.
Rekrut Pilot Sipil Perkuat SDM TNI AU
Dalam Rapat Pimpinan TNI AU Tahun Anggaran 2026, Marsekal Tonny Harjono menetapkan lima prioritas utama organisasi. Dua di antaranya berfokus pada modernisasi alutsista dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
TNI AU memandang kedua program tersebut harus berjalan bersamaan. Penambahan pesawat tempur modern memerlukan pilot yang memiliki kemampuan sesuai standar operasional terbaru.
Hingga 9 April 2026, TNI AU telah merekrut 31 penerbang sipil untuk memperkuat kebutuhan personel.
“Saat ini mereka kami fokuskan untuk menjadi penerbang atau pilot pesawat angkut maupun helikopter,” kata KSAU.
Seluruh penerbang tersebut kini mengikuti pendidikan penyesuaian dan standardisasi di Lanud Adisutjipto sebagai bagian dari persiapan sebelum bertugas memperkuat armada TNI AU.







