37 WNI di Kapal Naas Malaysia, 7 Meninggal, 7 Belum Ditemukan

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah saat konferensi pers 30 April 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta (Foto: Dokumentasi/ RRI/ Retno Mandasari)
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI bersama KBRI Kuala Lumpur terus memantau proses penanganan kecelakaan kapal yang membawa puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) di perairan barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia.
Kapal yang mengangkut 37 WNI tersebut dilaporkan mengalami insiden pada Senin (11/5/2026). Hingga kini, tujuh orang dipastikan meninggal dunia, sementara tujuh lainnya masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat.
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa 23 WNI berhasil diselamatkan dari insiden tersebut. Para korban selamat terdiri dari 16 laki-laki dan 7 perempuan, sebagian besar diduga tidak memiliki dokumen perjalanan resmi.
“Sebanyak 23 WNI telah ditemukan selamat, sementara proses pencarian terhadap korban lainnya masih berlangsung,” ujar Heni.Dikutip dari RRI
Dari 14 WNI yang sebelumnya dinyatakan hilang, tujuh di antaranya telah ditemukan meninggal dunia. Jenazah para korban saat ini berada di rumah sakit di Perak untuk proses identifikasi oleh pihak berwenang Malaysia.
Heni menambahkan, pemerintah Indonesia akan mengirim tim untuk menelusuri identitas serta keluarga korban yang diduga berasal dari wilayah Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses identifikasi dan penanganan lanjutan bagi para korban.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga telah berkoordinasi dengan Polis Maritim Malaysia serta pihak rumah sakit setempat untuk memastikan penanganan korban berjalan sesuai prosedur, termasuk fasilitasi kekonsuleran dan dokumen perjalanan bagi WNI yang terdampak.
Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut dan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jalur nonprosedural atau ilegal saat bekerja ke luar negeri, karena berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa.







