Banjir Kritik, New York dan New Jersey Turunkan Harga Transportasi Piala Dunia 2026

Banjir Kritik, New York dan New Jersey Turunkan Harga Transportasi Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026: Edisi Terbesar Sepanjang Sejarah dengan 48 Negara. [WAHANANEWS.CO/NET].

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Pemerintah negara bagian New York dan New Jersey resmi memangkas tarif transportasi bus menuju MetLife Stadium hingga 75 persen setelah gelombang protes dari para penggemar menjelang FIFA World Cup 2026.

Sebelumnya, suporter yang ingin menuju stadion harus membayar sekitar US$80 atau setara Rp1,3 juta untuk perjalanan dari Grand Central Terminal maupun Terminal Port Authority di New York. Tarif tersebut kemudian menuai kritik luas karena dianggap terlalu mahal untuk ajang olahraga dunia.

Menanggapi tekanan publik, Gubernur New York Kathy Hochul mengumumkan bahwa tarif bus kini resmi diturunkan menjadi US$20 atau sekitar Rp330.000.

“Menonton Piala Dunia seharusnya semudah mungkin,” tulis Hochul melalui akun media sosialnya, seraya menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk memastikan akses penonton lebih terjangkau.

Selain penurunan tarif, pemerintah juga menyiapkan kebijakan khusus pembagian kuota transportasi, di mana 20 persen tiket perjalanan dialokasikan khusus bagi warga lokal New York.

MetLife Stadium sendiri akan menjadi salah satu venue utama Piala Dunia 2026 dengan jadwal pertandingan besar, termasuk laga Brasil melawan Maroko, Prancis kontra Senegal, hingga partai final.

Untuk mengantisipasi lonjakan penonton, otoritas setempat juga menambah armada bus, termasuk penggunaan bus sekolah berwarna kuning yang dimodifikasi untuk kebutuhan transportasi massal selama turnamen.

Kapasitas transportasi ditingkatkan dari 10.000 menjadi 18.000 kursi pada hari pertandingan di luar jam sekolah, sementara 12.000 kursi disiapkan untuk laga di hari aktif sekolah.

Sementara itu, Gubernur New Jersey Mikie Sherrill juga mengumumkan penurunan tarif perjalanan kereta NJ Transit dari US$150 menjadi US$98 untuk mendukung mobilitas penonton.

Sebelumnya, tingginya biaya transportasi sempat dipertanyakan publik, dengan pemerintah daerah berdalih bahwa biaya tersebut dibutuhkan untuk menutupi kebutuhan operasional selama penyelenggaraan turnamen.

Namun kebijakan tersebut juga memicu reaksi dari pihak FIFA yang menyatakan terkejut dengan besaran tarif awal, meski menegaskan bahwa standar transportasi di kota-kota tuan rumah lain tetap berbeda-beda.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *