166 Juta Penumpang Naik Kereta Listrik, KAI Klaim Pangkas Emisi 15.350 Ton

Sejumlah penumpang KRL antre di gerbang tiket. (Foto: KAI)
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Penggunaan transportasi publik berbasis listrik terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. KAI Group mencatat layanan kereta listrik perkotaan telah melayani lebih dari 166 juta perjalanan penumpang selama periode Januari hingga Mei 2026, sekaligus berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon dari sektor transportasi.
Berdasarkan data yang dirilis perusahaan pada Sabtu (13/6/2026), total 166.154.342 pelanggan memanfaatkan berbagai layanan kereta listrik perkotaan. Angka tersebut diklaim mampu menekan emisi hingga sekitar 15.350 ton karbon dioksida ekuivalen dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan harus diimbangi dengan moda transportasi yang efisien dan ramah lingkungan.
Menurutnya, kereta listrik tidak hanya menawarkan kapasitas angkut yang besar, tetapi juga menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah per penumpang dibandingkan kendaraan pribadi. Selain membantu mengurangi kemacetan, moda transportasi ini dinilai menjadi solusi penting dalam mendukung target pengurangan emisi nasional.
Dari seluruh layanan yang dioperasikan, Commuter Line Jabodetabek menjadi penyumbang jumlah penumpang terbesar. Layanan ini mengangkut 146,25 juta pelanggan selama lima bulan pertama tahun ini atau meningkat 5,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, LRT Jabodebek mencatat pertumbuhan tertinggi dengan melayani 13,21 juta penumpang. Jumlah tersebut naik lebih dari 23 persen dibandingkan capaian tahun lalu. Dari sisi lingkungan, emisi yang dihasilkan LRT Jabodebek hanya sekitar 15 gram per penumpang per kilometer, jauh di bawah rata-rata emisi sepeda motor.
Layanan kereta bandara juga menunjukkan kinerja positif. Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani lebih dari satu juta pelanggan atau meningkat hampir 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di wilayah Yogyakarta, Commuter Line Yogyakarta mencatat 3,85 juta pelanggan dengan pertumbuhan sekitar 7,9 persen secara tahunan. Sementara di Sumatera Selatan, layanan LRT Palembang berhasil melayani lebih dari 1,8 juta penumpang selama periode yang sama.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan bahwa pengembangan transportasi publik berbasis listrik merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.
Ia menjelaskan LRT Sumatera Selatan menggunakan teknologi listrik bertegangan 750 volt DC yang mendukung operasional lebih bersih dan efisien. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang beralih ke transportasi umum berbasis listrik, semakin besar pula kontribusi terhadap pengurangan emisi harian dari sektor transportasi.
“Kami terus berupaya meningkatkan aksesibilitas, kenyamanan, dan kualitas layanan transportasi urban agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan,” ujar Wisnu.
Sumber:RRI







