Jelang Musim Tanam II, Stok Pupuk Subsidi di Indramayu, Karawang, Subang Terkendali

Jelang Musim Tanam II, Stok Pupuk Subsidi di Indramayu, Karawang, Subang Terkendali

Ilustrasi – Stok pupuk bersubsidi di gudang milik PT Pupuk Kujang. ANTARA/HO-Pupuk Kujang

WARTAFLASH.COM,JAWA BARAT – Memasuki musim tanam gadu atau Musim Tanam II yang bertepatan dengan fenomena El Nino, ketersediaan pupuk bersubsidi di tiga daerah lumbung padi utama di Jawa Barat dipastikan dalam kondisi aman.

Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan, menyampaikan bahwa stok pupuk di wilayah Jawa Barat secara umum masih sangat mencukupi, khususnya di Kabupaten Indramayu, Karawang, dan Subang yang menjadi sentra produksi padi nasional.

“Secara umum stok pupuk di Jawa Barat aman, terutama di tiga daerah lumbung padi tersebut,” ujar Ade di Karawang, Senin.

Ia menjelaskan, total stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat saat ini mencapai 26.278,9 ton. Jumlah tersebut terdiri dari pupuk urea sebanyak 22.963,8 ton, NPK 1.817 ton, serta pupuk organik sebanyak 2.657 ton. Seluruh stok tersebut tersimpan di gudang lini 1 dan lini 3 yang terintegrasi dalam sistem pemantauan digital secara real time.

Untuk Kabupaten Subang, stok pupuk urea bersubsidi tercatat mencapai 2.459 ton atau setara 636,7 persen dari ketentuan minimum. Pupuk tersebut disimpan di gudang penyangga wilayah Binong dan Kalijati.

Sementara di Karawang, tersedia 827,3 ton pupuk urea dan 334,5 ton NPK yang tersebar di sejumlah gudang penyangga setempat. Adapun di Indramayu, stok pupuk urea mencapai 2.728 ton atau 316,8 persen dari batas minimum, yang disiagakan di gudang Jatibarang, Sukra, dan Kandanghaur.

Ade menegaskan, PT Pupuk Kujang terus menjaga keandalan produksi dengan memastikan operasional pabrik berjalan stabil. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan pupuk bagi petani di tengah kebutuhan tinggi pada musim tanam.

“Perusahaan terus mengoptimalkan performa produksi agar kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi,” jelasnya.

Dengan ketersediaan stok yang memadai, diharapkan para petani di Jawa Barat dapat menjalankan musim tanam gadu dengan lebih tenang dan produktivitas pertanian tetap terjaga meski menghadapi tantangan cuaca.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *