Dick Advocaat Kembali Latih Curaçao, Bidik Rekor Pelatih Tertua di Piala Dunia

Dick Advocaat (AFP)
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Timnas Curaçao resmi kembali menunjuk Dick Advocaat sebagai pelatih kepala untuk menghadapi Piala Dunia 2026. Pelatih senior asal Belanda itu berpeluang menorehkan sejarah sebagai pelatih tertua yang pernah tampil di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.
Kepastian kembalinya Advocaat diumumkan federasi sepak bola Curaçao pada Rabu (13/5/2026) dini hari waktu setempat. Sebelumnya, pria berusia 78 tahun itu sempat meninggalkan jabatannya beberapa bulan lalu karena alasan keluarga.
Penunjukan ulang Advocaat dilakukan tidak lama setelah Fred Rutten mengundurkan diri dari kursi pelatih. Federasi menilai kehadiran kembali mantan pelatih Belanda tersebut penting untuk menjaga kestabilan tim menjelang putaran final Piala Dunia 2026.
Dalam pernyataan resminya, federasi menyebut pembicaraan terkait detail kontrak dan struktur kepelatihan masih berlangsung. Namun, mereka menegaskan pengalaman Advocaat menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut.
Jika mendampingi Curaçao pada laga perdana melawan Germany di Houston pada 14 Juni mendatang, Advocaat akan memecahkan rekor sebagai pelatih tertua di sejarah Piala Dunia. Rekor sebelumnya dipegang Otto Rehhagel yang berusia 71 tahun saat menangani Yunani pada edisi 2010.
Piala Dunia 2026 juga menjadi penampilan ketiga Advocaat sebagai pelatih di turnamen tersebut bersama negara berbeda. Sebelumnya, ia pernah membawa Netherlands tampil pada Piala Dunia 1994 serta melatih South Korea di edisi 2006.
Curaçao sendiri menghadapi tantangan berat di fase grup. Selain bertemu Jerman, mereka dijadwalkan melawan Ecuador dan Ivory Coast dalam persaingan menuju babak berikutnya.
Keberhasilan Curaçao lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi pencapaian bersejarah bagi negara Karibia tersebut. Dengan jumlah penduduk sekitar 156 ribu jiwa, Curaçao tercatat sebagai negara dengan populasi terkecil yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia.
Sebagian besar pemain Curaçao diketahui memiliki darah keturunan Belanda dan berkembang di akademi sepak bola Negeri Kincir Angin. Mereka memanfaatkan tambahan kuota setelah format Piala Dunia diperluas menjadi 48 peserta.
Sebelum sempat mundur, Advocaat berhasil membawa Curaçao melewati babak kualifikasi. Posisi itu kemudian diisi Fred Rutten, tetapi hasil kurang memuaskan dalam laga uji coba membuat pergantian pelatih kembali terjadi.
Presiden Federasi Sepak Bola Curaçao, Gilbert Martina, membantah adanya konflik internal di balik hengkangnya Rutten. Ia menyebut keputusan memanggil kembali Advocaat dilakukan segera setelah pengunduran diri tersebut diterima.
Sumber:Beritasatu







