Dino Disentil Soal Jabatan 3 Bulan, Ikrar Nusa Bhakti Langsung Bereaksi

Dino Disentil Soal Jabatan 3 Bulan, Ikrar Nusa Bhakti Langsung Bereaksi

Pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang menyinggung masa jabatan Dino Patti Djalal sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) selama sekitar tiga bulan menuai tanggapan dari analis politik sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Tunisia, Prof. Ikrar Nusa Bhakti.Photo TribunJambi

 

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Polemik yang muncul setelah pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait masa jabatan Dino Patti Djalal sebagai Wakil Menteri Luar Negeri mendapat sorotan dari analis politik sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Tunisia, Prof. Ikrar Nusa Bhakti.

Ikrar menilai lamanya seseorang menduduki jabatan pemerintahan tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur kualitas maupun kontribusinya terhadap negara. Menurutnya, seorang pejabat tetap bisa memberikan pengaruh dan gagasan penting meski hanya menjabat dalam waktu singkat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ikrar menanggapi komentar Teddy yang menyinggung masa tugas Dino Patti Djalal sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada penghujung pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebelumnya, Dino Patti Djalal mengkritisi frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto melalui akun media sosial X. Diplomat senior itu mengingatkan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran negara, termasuk dalam pembiayaan perjalanan dinas ke luar negeri.

Menurut Dino, penghematan anggaran perlu menjadi perhatian seluruh elemen pemerintahan agar sejalan dengan komitmen menjaga kesehatan fiskal negara.

Merespons pandangan tersebut, Teddy Indra Wijaya menyatakan apresiasi atas masukan yang diberikan Dino. Namun dalam kesempatan yang sama, Teddy juga menyebut Dino pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri meski hanya sekitar tiga bulan.

“Terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi wakil menteri luar negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan,” ujar Teddy dalam video yang diunggah Sekretariat Kabinet.

Pernyataan itu kemudian memunculkan beragam tanggapan. Ikrar menilai fokus perdebatan seharusnya berada pada substansi kritik yang disampaikan, bukan pada durasi seseorang menduduki jabatan publik.

Menurutnya, kualitas pemikiran dan kontribusi seorang tokoh tidak selalu ditentukan oleh panjang pendeknya masa pengabdian dalam sebuah posisi pemerintahan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *