Menag Minta BP4 Aktif Cegah Perceraian dan Perkuat Ketahanan Keluarga

Menteri Agama Nassarudin Umar mengukuhkan BP4
WARTAFLASH.COM,PALEMBANG – Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Sumatera Selatan untuk lebih aktif dalam mencegah perceraian serta memperkuat ketahanan keluarga di tengah dinamika sosial masyarakat yang terus berubah.
Pesan tersebut disampaikan Menag saat mengukuhkan pengurus BP4 Sumatera Selatan di Palembang, Rabu (13/5/2026). Ia menegaskan bahwa keberadaan BP4 memiliki peran strategis, tidak hanya dalam memfasilitasi pernikahan, tetapi juga menjaga keutuhan rumah tangga.
“BP4 itu sangat penting. Ada dua pahala besar yang sering diabaikan. Pertama, membantu orang menikah. Kedua, mencegah perceraian agar tidak terjadi perpisahan rumah tangga,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia menambahkan, upaya memperkuat lembaga perkawinan perlu dilakukan seiring dengan perubahan pola pikir masyarakat yang dinilai semakin menurun minatnya untuk menikah. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat berdampak pada struktur sosial dan ketahanan keluarga di masa depan.
Menag juga mendorong agar BP4 berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak menunda pernikahan apabila sudah memenuhi syarat. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan sosial dalam membangun rumah tangga.
“Jangan terlalu cepat, tapi juga jangan terlalu menunda. Karena pernikahan yang tidak siap bisa berdampak pada persoalan sosial, termasuk risiko stunting dan konflik keluarga,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Nasaruddin Umar juga menyoroti adanya tren penurunan angka pernikahan dari tahun ke tahun. Ia menyebut, berdasarkan data yang disampaikan, terjadi penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Ada penurunan minat menikah sekitar 10 persen pada 2023, turun lagi pada 2024, dan semakin tinggi pada 2025. Ini tren yang harus kita waspadai,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dapat memicu perubahan sosial yang lebih luas, termasuk meningkatnya gaya hidup bebas di kalangan remaja jika tidak diimbangi dengan penguatan nilai keluarga.
Selain itu, Menag juga menyinggung persoalan perceraian yang masih cukup tinggi di sejumlah daerah. Ia menilai, tingginya angka perceraian berpotensi menimbulkan masalah sosial baru, termasuk dampaknya terhadap anak dan stabilitas keluarga.
“Perceraian bukan hanya masalah dua orang, tapi juga berdampak pada anak dan lingkungan sosial. Di sinilah BP4 harus hadir memberikan solusi,” tegasnya.
Ia berharap BP4 dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan konseling, mediasi, dan edukasi pranikah maupun pascanikah, sehingga keluarga di Indonesia semakin kuat dan harmonis di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.







