Prabowo Catat Rekor Baru KPR Subsidi, Maruarar: Penyaluran Rumah Tembus 278 Ribu Unit

Prabowo Catat Rekor Baru KPR Subsidi, Maruarar: Penyaluran Rumah Tembus 278 Ribu Unit

KPR subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). (Liputan6.com/Maulandy)

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut capaian tertinggi program tersebut terjadi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Maruarar menjelaskan, pemerintah mulai menjalankan program FLPP pada 2010 saat Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono memimpin pemerintahan. Ketika itu, Suharso Monoarfa menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat dan mengawali pelaksanaan program pembiayaan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut Maruarar, setiap pemerintahan memberikan kontribusi terhadap perkembangan FLPP. Ia menilai program tersebut terus berkembang hingga mencatat rekor baru pada 2025.

Dalam acara Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026), Maruarar mengungkapkan penyaluran rumah subsidi mencapai 278 ribu unit sepanjang 2025. Jumlah itu melampaui capaian 2023 yang berada di angka 228 ribu unit dan menjadi yang tertinggi sejak program FLPP berjalan.

Selain memaparkan capaian program, Maruarar juga menyoroti keberhasilan sejumlah pengembang lokal yang berkembang dari nol hingga sukses membangun puluhan ribu rumah subsidi.

Salah satunya ialah Widodo, pengembang perumahan di Batang yang menjadi lokasi akad massal 62.000 KPR subsidi. Maruarar menceritakan Widodo memulai karier sebagai tenaga pemasaran sebelum akhirnya membangun bisnis properti dengan keuntungan mencapai sekitar Rp30 miliar setiap tahun.

Ia juga mengingatkan kisah Angga, mantan office boy (OB) yang kini menjadi pengembang rumah subsidi di Cileungsi, Jawa Barat, serta Wawan, mantan pengemudi ojek di Batam yang berhasil membangun sekitar 50 ribu unit rumah subsidi di Serang.

Maruarar menilai keberhasilan para pengembang tersebut membuktikan bahwa sektor perumahan mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat yang memulai karier dari bawah. Menurutnya, pemerintah ingin mendorong pemerataan ekonomi dengan memberi kesempatan kepada pengusaha daerah untuk tumbuh dan bersaing.

Ia memastikan Kementerian PKP akan terus mendukung lahirnya pengembang-pengembang baru dari berbagai daerah agar program rumah subsidi tidak hanya menyediakan hunian bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan lebih banyak pelaku usaha lokal yang sukses.

Sumber:Liputan6 sctv

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *