Kapal Perusak Baru Korea Selatan Gunakan Propulsi Listrik, Lebih Senyap dan Sulit Dideteksi

Kapal Perusak Baru Korea Selatan.
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Industri pertahanan Korea Selatan memasuki babak baru setelah Hanwha Ocean ditetapkan sebagai kontraktor utama program kapal perusak generasi berikutnya atau KDDX untuk Angkatan Laut Republik Korea (ROKN). Keputusan tersebut diumumkan oleh Defense Acquisition Program Administration (DAPA) pada 11 Juni 2026.
Melalui program ini, Korea Selatan akan membangun enam kapal perusak modern yang dirancang untuk memperkuat kemampuan tempur laut dalam berbagai misi, mulai dari pertahanan udara, peperangan antikapal dan antikapal selam, hingga operasi serangan jarak jauh serta pengawalan armada.
KDDX dikembangkan sebagai penghubung antara kapal perusak kelas KDX-II dan kapal perusak Aegis kelas KDX-III yang berukuran lebih besar. Kehadiran kapal baru ini diharapkan mampu memberikan keseimbangan antara kemampuan tempur tinggi dan efisiensi operasional.
Salah satu keunggulan utama KDDX adalah penggunaan Integrated Electric Propulsion (IEP) atau sistem propulsi listrik terintegrasi. Teknologi tersebut akan menjadi yang pertama diterapkan pada kapal tempur Angkatan Laut Korea Selatan.
Selain meningkatkan efisiensi tenaga, sistem propulsi listrik menghasilkan tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan mesin konvensional. Kondisi ini membuat kapal lebih sulit dideteksi oleh kapal selam lawan saat beroperasi di medan tempur.
Dari sisi desain, kapal perusak ini diperkirakan memiliki bobot standar sekitar 6.500 ton dan mencapai 8.000 ton saat muatan penuh. Kapal memiliki panjang sekitar 155 meter dengan lebar hampir 19 meter.
KDDX juga mengusung sistem tempur yang sebagian besar dikembangkan di dalam negeri. Pusat kemampuan tempurnya berada pada menara terintegrasi yang dirancang Hanwha Systems dan dilengkapi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) pita ganda.
Radar pita S berfungsi untuk pengawasan udara jarak jauh sekaligus mendeteksi ancaman rudal balistik, sementara radar pita X digunakan untuk mendukung pertahanan udara jarak dekat dan pemantauan target permukaan.
Konsep menara terintegrasi memungkinkan pengurangan jumlah antena eksternal yang biasanya menonjol pada kapal perang. Desain ini membantu menekan jejak radar kapal sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan spektrum elektromagnetik.
Dalam hal persenjataan, KDDX direncanakan membawa meriam utama Mk.45 kaliber 127 mm, dua sistem senjata jarak dekat CIWS-II untuk menghadapi ancaman udara dan rudal, serta delapan rudal antikapal yang diperkirakan berasal dari keluarga SSM-700K Haeseong atau C-Star.
Selain itu, kapal akan dilengkapi sistem peluncuran vertikal yang memungkinkan penggunaan berbagai jenis rudal untuk misi pertahanan udara maupun serangan jarak jauh.
Dengan dimulainya program KDDX, Korea Selatan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu negara dengan industri galangan kapal militer paling maju di Asia. Kapal perusak generasi baru ini diproyeksikan menjadi tulang punggung armada permukaan ROKN dalam menghadapi tantangan keamanan maritim di kawasan pada dekade mendatang.







