Kementerian Kehutanan Dorong Jalur Ajisaka Jadi Pendakian Berstandar Nasional

TNGHS dan Kementerian Kehutanan Perkuat Jalur Ajisaka
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) mulai mengembangkan Jalur Pendakian Ajisaka sebagai jalur pendakian berstandar nasional. TNGHS menggandeng Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementerian Kehutanan, Yayasan Gunung Parama Indonesia (YGI), Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), CV Siliwangi Adventure, Pemerintah Desa Tamansari, kelompok masyarakat, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Seluruh mitra menandatangani deklarasi komitmen di Pintu Pendakian Ajisaka, Resor Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Gunung Salak I, Bogor. Deklarasi itu menjadi langkah awal untuk membangun tata kelola pendakian yang aman, profesional, dan berkelanjutan.
Dorong Standar Nasional Pendakian
Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementerian Kehutanan memasukkan kolaborasi ini ke dalam Program Bedah Gunung. Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan wisata pendakian di kawasan konservasi.
Melalui program itu, para mitra akan menyusun standar operasional prosedur (SOP), memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta melengkapi fasilitas pendakian. Selain itu, mereka akan mengembangkan layanan digital untuk mempermudah pengelolaan dan pemantauan aktivitas pendaki.
Tim Gabungan Audit Jalur Ajisaka
Tim gabungan akan mengaudit Jalur Pendakian Ajisaka berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8748:2019 tentang Pengelolaan Pendakian Gunung.
Selama proses audit, petugas akan memetakan kondisi jalur sekaligus menyusun rekomendasi perbaikan. Hasil audit kemudian menjadi dasar penataan jalur, peningkatan aspek keselamatan, pembangunan fasilitas pendukung, dan pengembangan layanan digital.
Rencana pengembangan juga mencakup pembangunan gapura, pos tiket, shelter, toilet, papan informasi, serta sistem pemantauan pendakian yang lebih modern.
Kementerian Kehutanan Fokus pada Keselamatan
Kepala Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementerian Kehutanan, Johan Setiawan, mengatakan Program Bedah Gunung mendorong peningkatan kualitas pengelolaan wisata pendakian di kawasan konservasi.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut memperkuat penerapan standar nasional, meningkatkan kapasitas pengelola, dan memperbaiki aspek keselamatan pendaki.
“Kami mendukung Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak mengembangkan Jalur Ajisaka menjadi jalur pendakian yang aman, berkualitas, berstandar nasional, sekaligus menjaga fungsi konservasi kawasan,” katanya.
TNGHS Perkuat Kolaborasi
Kepala Balai TNGHS, Didid Sulastiyo, menegaskan bahwa pengelola harus mengutamakan fungsi konservasi dalam mengembangkan wisata pendakian.
Didid mengatakan pengelola perlu menghadirkan pengalaman mendaki yang aman dan nyaman tanpa mengurangi perlindungan terhadap kawasan taman nasional.
“Melalui deklarasi ini kami memperkuat kolaborasi seluruh pihak untuk membangun tata kelola pendakian yang profesional, berstandar nasional, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua Yayasan Gunung Parama Indonesia, Andi Ronikus, menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperbaiki pengelolaan jalur pendakian di kawasan konservasi.
Andi berharap seluruh mitra mampu meningkatkan kualitas layanan bagi pendaki sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Tingkatkan Kompetensi Pemandu
Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) menilai peningkatan kualitas jalur harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi pemandu, porter, relawan, dan pengelola lapangan.
Sumber daya manusia yang kompeten akan meningkatkan keselamatan pendaki sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan.
Di sisi lain, masyarakat yang mengelola Jalur Ajisaka berharap program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Warga juga ingin ikut mengembangkan wisata alam secara berkelanjutan.
Seluruh mitra sepakat menerapkan prinsip Zero Waste dan Zero Accident dalam pengelolaan Jalur Pendakian Ajisaka.







