Latsarmil Pengelola Kopdes Disorot, Jaleswari: Urusan Koperasi Bukan Ranah Militer

Latsarmil Pengelola Kopdes Disorot, Jaleswari: Urusan Koperasi Bukan Ranah Militer

Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (DOK. Setjen Infohan Kemhan)

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi puluhan ribu calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menuai sorotan dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari pengamat militer Jaleswari Pramodhawardani yang mempertanyakan keterlibatan institusi militer dalam pembinaan sumber daya manusia sektor koperasi.

Menurut Jaleswari, pengelolaan koperasi merupakan ranah sipil yang membutuhkan kemampuan manajerial dan pemahaman ekonomi, sehingga pelatihannya seharusnya dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

“Sektor koperasi memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda dengan dunia kemiliteran. Karena itu, pendidikan dan pembekalan bagi calon pengelolanya lebih tepat diberikan oleh kalangan profesional yang memahami tata kelola koperasi,” ujarnya saat ditemui usai peluncuran buku “Memoar Agus Widjojo: Militer Pemikir, Pemikir Militer” di Jakarta, Senin (22/6/2026).Dikutip dari Kompas.com

Mantan Deputi V Kantor Staf Presiden itu menilai, masuknya militer ke ruang-ruang sipil perlu dicermati agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa perlu ada batas yang jelas antara fungsi pertahanan negara dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.

Jaleswari juga menegaskan bahwa membangun kapasitas pengelola koperasi tidak dapat disamakan dengan pembentukan disiplin ala militer. Menurutnya, aspek yang lebih dibutuhkan adalah penguatan kemampuan administrasi, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan usaha.

Di sisi lain, Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengusulkan agar materi pelatihan bagi calon pengelola Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih dievaluasi. Usulan tersebut muncul setelah adanya laporan tiga peserta yang meninggal dunia selama mengikuti rangkaian pelatihan.

Hasanuddin menilai tujuan pembinaan karakter dan kedisiplinan melalui Latsarmil tetap baik. Namun, materi yang bernuansa fisik dan kemiliteran perlu disesuaikan dengan profil peserta yang akan bertugas sebagai manajer koperasi.

“Materi yang terlalu identik dengan latihan militer, seperti latihan fisik berat atau kegiatan lapangan yang menguras tenaga, sebaiknya dikurangi agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta,” kata Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, pelatihan tetap dapat difokuskan pada pembentukan disiplin, kepemimpinan, dan semangat kerja tanpa harus mengedepankan pola latihan yang berisiko terhadap kondisi kesehatan peserta.

Perdebatan mengenai pelibatan TNI dalam program tersebut pun kini menjadi perhatian publik, terutama terkait efektivitas metode pelatihan yang digunakan untuk menyiapkan pengelola koperasi dan kampung nelayan di berbagai daerah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *