Kekeringan Mulai Meluas, BPBD Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air untuk Warga

kekeringan – ilustrasi
WARTAFLASH.COM,JATENG – Memasuki puncak musim kemarau, sejumlah wilayah di Jawa Tengah mulai menghadapi ancaman kekeringan. Hingga akhir Juni 2026, sebanyak delapan kabupaten dan kota telah menetapkan status siaga darurat sebagai langkah antisipasi terhadap berkurangnya ketersediaan air bersih.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan cadangan air bersih dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak.
“Secara keseluruhan kabupaten dan kota telah menyiapkan sekitar 123 juta liter air bersih untuk menghadapi musim kemarau tahun ini,” ujar Bergas dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).Dikutip dari Kompas.com
Delapan daerah yang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan meliputi Kabupaten Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, serta Kota Tegal dan Kota Salatiga.
Menurut Bergas, status siaga darurat diperlukan agar pemerintah daerah dapat bergerak lebih cepat dalam mengatasi dampak kekeringan, terutama dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi warga.
BPBD Jawa Tengah memprediksi potensi kekeringan tahun ini dapat meluas hingga 18 kabupaten dan kota. Selain daerah yang telah menetapkan status siaga, wilayah lain yang masuk kategori rawan antara lain Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Pemalang, Boyolali, Kabupaten Semarang, Cilacap, Purbalingga, Purworejo, Klaten, Jepara, dan Banjarnegara.
Sebagai bentuk penanganan awal, distribusi bantuan air bersih telah dilakukan di sejumlah daerah terdampak. Hingga 24 Juni 2026, sebanyak 654 ribu liter air telah disalurkan kepada masyarakat di enam kabupaten/kota yang mengalami kesulitan air bersih.
Bantuan tersebut menjangkau sekitar 4.808 kepala keluarga atau lebih dari 16 ribu jiwa yang tersebar di tujuh kecamatan dan 11 desa.
Kabupaten Klaten menjadi daerah dengan volume bantuan terbesar, yakni sekitar 553 ribu liter air bersih. Sementara itu, distribusi juga dilakukan ke Purbalingga, Banjarnegara, Jepara, Cilacap, dan Purworejo sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Selain menyalurkan bantuan air, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memperkuat upaya jangka panjang melalui pembangunan sumur dalam dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Program tersebut dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk meningkatkan ketahanan air di daerah rawan kekeringan.
BPBD memastikan layanan distribusi air bersih tetap berjalan meski terdapat potensi kenaikan biaya operasional akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah daerah juga diminta mengoptimalkan anggaran yang tersedia selama musim kemarau untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Masyarakat diimbau mulai menghemat penggunaan air dan segera melaporkan kepada pemerintah setempat apabila mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan.







