Residivis Ditangkap, Polisi Gagalkan Peredaran 15 Paket Sabu di Labuhanbatu Utara

Seorang pria berinisial KSH (32), yang diketahui merupakan residivis, berhasil diamankan petugas pada Rabu malam, (20/5/2026).
WARTAFLASH.COM,LABUHAN BATU – Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara. Seorang pria berinisial KSH (32) yang diketahui merupakan residivis narkoba, berhasil diamankan pada Rabu malam (20/5/2026).
Penangkapan dilakukan di kawasan Lingkungan IV Ujung Godang Suka Rame, Kelurahan Aek Kota Batu, Kecamatan NA IX-X, setelah polisi menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan seorang pengendara sepeda motor yang diduga membawa narkotika.
Kanit I Satres Narkoba Polres Labuhanbatu, IPDA Sastrawan Ginting, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan di lokasi.
Sekitar pukul 23.45 WIB, petugas melihat seorang pria yang sesuai dengan ciri-ciri laporan sedang mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 dengan nomor polisi BK 3344 JAC. Saat dilakukan penyergapan, tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah paket sabu yang disimpan di dalam kantong jaket tersangka. Di kantong sebelah kanan ditemukan dua bungkus plastik berisi sembilan paket sabu, sementara di kantong sebelah kiri ditemukan enam paket lainnya.
Secara keseluruhan, petugas mengamankan 15 bungkus plastik klip berisi diduga sabu dengan berat bruto sekitar 72 gram. Selain itu, turut disita barang bukti lain berupa tiga plastik kosong, satu unit handphone, uang tunai Rp300 ribu, serta sepeda motor yang digunakan tersangka.
Dalam pemeriksaan awal, KSH mengakui seluruh barang haram tersebut adalah miliknya. Ia juga menyebut mendapatkan sabu dari seorang pria berinisial “K” yang berdomisili di Rantauprapat.
Rencananya, barang tersebut akan diedarkan kembali di wilayah Desa Kampung Pajak, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Polisi saat ini masih melakukan pengembangan untuk memburu pemasok utama dalam jaringan tersebut.
Sumber:Tribunmedan







