Pemerintah Percepat Rehab-Rekon Pascabencana, Anggaran Rp100 Triliun Disiapkan

Pemerintah Percepat Rehab-Rekon Pascabencana, Anggaran Rp100 Triliun Disiapkan

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian didampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad usai menggelar rapat pemulihan pascabayar Bencana di Sumatra, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026 (Foto: RRI)

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Pemerintah memperkuat langkah pemulihan pascabencana di berbagai daerah dengan mempercepat program rehabilitasi dan rekonstruksi. Tahapan ini dilakukan setelah penanganan darurat dan masa transisi dinilai berlangsung cukup efektif di sejumlah wilayah terdampak.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan fokus pemerintah kini diarahkan pada pemulihan jangka panjang melalui pembangunan kembali infrastruktur dan layanan publik yang rusak akibat bencana.

“Pemerintah bersama daerah dan kementerian terkait terus menyusun langkah pemulihan permanen agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Menurutnya, sejak koordinasi nasional dibentuk pada Januari lalu, berbagai layanan dasar mulai pulih. Aktivitas pemerintahan daerah, pasokan listrik, distribusi BBM, jaringan internet, hingga pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas disebut sudah kembali berjalan di sebagian besar wilayah.

Meski begitu, beberapa daerah masih menghadapi hambatan akses, terutama akibat longsor yang terjadi di kawasan Aceh Tengah dan sejumlah daerah terpencil lainnya.

Di sektor infrastruktur, pemerintah memastikan seluruh jalur jalan nasional telah kembali tersambung. Sementara itu, sejumlah jembatan yang sempat rusak kini sudah dapat digunakan kembali dengan dukungan konstruksi sementara seperti jembatan Bailey.

Pemulihan juga terus dilakukan di bidang pendidikan. Dari ribuan sekolah yang terdampak bencana, mayoritas telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

“Beberapa sekolah yang berada di zona rawan masih menggunakan ruang belajar sementara atau bergabung dengan sekolah lain sambil menunggu relokasi selesai,” kata Tito.

Pemerintah menargetkan sebanyak 11.512 program rehabilitasi dan rekonstruksi rampung dalam tiga tahun ke depan. Program tersebut meliputi pembangunan jalan, jembatan, sekolah, normalisasi sungai, hingga fasilitas publik lainnya.

Prioritas utama pada tahun 2026 akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar guna mempercepat pemulihan ekonomi dan aktivitas masyarakat.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp100,1 triliun untuk periode 2026–2028. Dana itu akan dialokasikan secara bertahap, dengan fokus terbesar pada pembangunan infrastruktur yang mencapai sekitar Rp69 triliun.

Selain anggaran pemerintah, upaya penggalangan dana tambahan juga terus dilakukan guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana.

Pemerintah memastikan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah akan terus diperkuat agar seluruh target pemulihan dapat berjalan sesuai rencana.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *