Pertemuan itu menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak pengelola kawasan konservasi, khususnya terkait rencana peningkatan akses jalan Sungai Penuh–Tapan yang melintasi kawasan TNKS.
Jalur tersebut dinilai memiliki peran strategis sebagai urat nadi penghubung antarwilayah. Selain menunjang mobilitas masyarakat, akses itu juga mendukung distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata di wilayah Kerinci dan sekitarnya.
Wali Kota Alfin menegaskan, peningkatan infrastruktur menuju Tapan merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Konektivitas yang baik akan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat dan pengembangan daerah. Namun pembangunan tetap harus berjalan selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Alfin.
Ia menambahkan, kawasan TNKS sebagai salah satu kawasan konservasi penting di Indonesia harus tetap dijaga keberlanjutannya, sehingga setiap rencana pembangunan perlu dilakukan dengan koordinasi dan perencanaan matang.
Selain membahas akses jalan, audiensi juga menyoroti dukungan terhadap pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) baru TNKS di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh. Kehadiran UPT tersebut diharapkan mampu memperkuat pengawasan kawasan konservasi sekaligus mempercepat pelayanan dan koordinasi lintas sektor.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama BB TNKS sepakat untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang mampu menyeimbangkan kepentingan pembangunan daerah dengan pelestarian lingkungan hidup.